Akhirnya...
Akhirnya, datang juga hari yang telah ditunggu-tunggu dan
juga ditakuti.
Hari ini, saya akan kembali ke halaman kampungku yang sudah
lama tak kulihat. Udara yang bersih dan jernih, langit biru yang tidak tertutup
oleh bangun-bangunan tinggi—saya rindu.
Muka-muka yang sudah terlalu lama tidak muncul di hadapanku,
muka-muka yang sering menaruh senyum pada pipiku dan kehangatan dalam dadaku.
Ayah, Bunda, Rusmi merindukan kalian. Apa kalian juga
merindukan Rusmi? Apa gosip-gosip tersebut sudah kalian dengar, dan kalian
sudah tidak lagi menyayangi Rusmi? Rusmi janji kepada Ayah, Bunda, Rusmi pasti
bukan orang yang seperti dibilang orang lain. Ayah, Bunda percaya Rusmi kan?
Semua yang kalian ajarkan ke Rusmi, satupun tidak Rusmi lupakan. Jadi, jangan
khawatir, Rusmi masih anak baik Ayah, Bunda kok.
Sekarang saya baru saja sampai rumah. Teman-temanku
mengadakan pesta pemisahan untukku. Walaupun saya gembira akan kembali ke rumah
asliku, kembali tinggal bersama Ayah dan Bunda, mustahil jika saya tidak sedih
meninggalkan orang-orang ini yang telah menemaniku ketika saya baru saja tiba pada
Jakarta yang begitu besar dan asing, kecuali jika saya sebuah robot.
Banyak sekali yang ingin kuceritakan kepada Ayah dan Bunda, segitu banyaknya saya merasa akan
membuat jari-jariku lelah jika saya mengetik semuanya. Jadi, Ayah, Bunda,
tunggu Rusmi pulang ya, Rusmi pasti akan ceritain
semuanya deh.
Ah, hari ini kok
emotional banget ya saya? Udah deh,
gitu dulu diary, sampai besok!

Comments
Post a Comment